ARCHIVE
RECENTS

16 Jun 2015, 17:23 WIB

Generasi Muda Tak Boleh Gagap Media

JAKARTA - Siapa yang tidak suka menonton televisi? Rasanya sulit menemukan orang yang tidak suka menonton televisi. Televisi hingga saat ini masih menjadi media yang paling efektif untuk mendapatkan informasi, pelajaran sekaligus hiburan dalam bentuk yang mudah diakses. Kelengkapan tersebut dapat dinikmati bersama-sama oleh segala usia, termasuk generasi muda.

Generasi muda memang membutuhkan televisi agar tidak ketinggalan informasi. Namun, kemudahan yang ditawarkan televisi dapat menjadi “bencana” bagi mereka yang tidak teliti. Terkadang, demi memenuhi kebutuhan masyarakat, stasiun televisi menyajikan program yang sebenarnya tidak memiliki pesan moral didalamnya, seakan lupa dengan peran utamanya sebagai penyampai informasi.

Televisi kemudian menjadi media yang memiliki dampak ganda, positif dan negatif. Untuk mengatasi hal tersebut, iNews rutin mengadakan literasi media dari satu Universitas ke Universitas lainnya di Indonesia karena iNews sadar betul bahwa kemajuan televisi yang begitu pesat sulit dikontrol dan generasi muda perlu diberikan pemahaman mengenai hal ini.

“Pornografi (sex) adalah salah satu dari lima racun televisi selain sara, sadis, sihir dan sedih. Oleh karena itu, remaja harus cermat dan kritis dalam memilih tayangan televisi karena televisi dapat memengaruhi perilaku penontonnya.” papar Direktur Legal Corsec dan Jaringan iNews Tv, Wijaya Kusuma dalam media literasi di Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Selasa (17/6/2015).

Mika Markus, salah seorang mahasiswa peserta forum diskusi ini turut menyampaikan harapannya pada stasiun televisi di Indonesia agar menghilangkan tayangan yang malah memberi efek buruk pada penonton.

“Akan lebih baik jika stasiun televisi di Indonesia menonjolkan budaya atau kekayaan Indonesia, bukannya sinetron yang mengandung unsur kekerasan atau percintaan remaja.” ujarnya.

(Gaby Oksavira)