ARCHIVE
RECENTS

20 May 2015, 10:45 WIB

Selamatkan Anak Dari Bahaya Televisi

JAKARTA - Informasi dari belahan penjuru dunia dapat didapatkan dari media, salah satunya melalui tv sebagai media elektronik yang paling mudah diakses. Maka, wajar jika masyarakat cenderung bergantung pada tv, karena menonton tv dapat dilakukan oleh segala usia bahkan bisa melalui gadget dengan streaming. Terlebih karena tv tidak hanya bersifat informative namun juga menghibur.

Akan tetapi, tv dapat berbahaya bagi anak-anak karena tv memiliki kekuatan daya tiru yang luar biasa dan kecenderungan anak adalah meniru sesuatu.

Bagi Wijaya Kusuma, Direktur Legal, Corsec dan Network iNews TV, peran orang tua begitu penting dalam mendampingi anak ketika menonton tv agar anak tidak mudah terpengaruh oleh tayangan tv.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa tv pun memiliki dampak negatif, maka orang tua bertanggung jawab penuh untuk menjaga anaknya dari tontonan yang tidak layak bagi mereka.” ujarnya pada acara Media Literasi di Asekma Don Bosco Jakarta Timur (19/05). Kepada para mahasiswi yang hadir pun ia turut mengingatkan bahwa sebagai remaja, mereka harus pandai memilah acara tv yang tepat serta turut andil dalam menjaga anak-anak dalam keluarga mereka.

Sebagai contoh adalah tayangan kartun yang memiliki dampak negative sekaligus positif. Anak tetap membutuhkan bimbingan sekalipun sedang menonton kartun karena tidak sedikit kartun menyajikan kekerasan. Akan tetapi, ada juga kartun yang memiliki nilai positif seperti kartun upin ipin yang menunjukkan perbedaan ras dan toleransi beragama.

Wijaya Kusuma pun menjelaskan cara sehat bagi orang dewasa untuk menjaga anak-anak agar tidak mendapatkan dampak negatif dari tayangan tv , diantaranya dengan memerhatikan jarak mata dengan tv sejauh 6x diagonal tv, membatasi jam menonton tv  maksimal dua jam, memilih acara yang sesuai dengan usia mereka, memberikan pengertian mengenai acara yang ditayangkan tv serta memberikan jadwal tepat untuk menonton tv seperti di hari libur misalnya.

(Gaby Oksavira)