Tata Kelola Perusahaan

 

KOMITMEN PELAKSANAAN KEBIJAKAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN (GCG)

Perseroan memandang bahwa implementasi penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) yang selanjutnya disingkat “GCG”, merupakan hal yang mutlak diperlukan bagi kelangsungan usaha Perseroan. Untuk itulah Perseroan berupaya menerapkan prinsip-prinsip GCG secara bertahap dan berkelanjutan.

Manfaat penerapan prinsip-prinsip GCG selain menjaga kelangsungan usaha juga menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dan menumbuhkan integritas Perseroan. Perusahaan terus berupaya mengikuti perkembangan praktik prinsip GCG yang terbaik, selain mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Penerapan prinsip-prinsip GCG secara konsisten dan berkesinambungan merupakan komitmen Perseroan dalam pengelolaan perusahaan dengan menjaga kepentingan pemegang saham maupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan melakukan praktik GCG secara konsisten dan berkesinambungan akan meningkatkan kinerja Perseroan dengan terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional Perseroan serta peningkatkan pelayanan kepada stakeholders.

Perusahaan berkomitmen untuk menyempurnakan penerapan Tata Kelola Perusahaan dengan terus melakukan pengkajian, pengembangan Pedoman Tata Kelola Perusahaan dan penyempurnaan pada struktur tata kelola, proses dan pelaporan.

Penerapan Asas GCG

Pelaksanaan GCG di Perseroan dijalankan dengan senantiasa memperhatikan prinsip yang mendasari pelaksanaan GCG yang meliputi keterbukaan informasi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kesetaraan & kewajaran. Seluruh unsur di dalam sosialisasi Perseroan dilibatkan, mulai dari tahap persiapan, internalisasi, implementasi, hingga evaluasi.

Untuk melaksanakan hal tersebut, telah dilakukan penyempurnaan pada struktur tata kelola, proses dan pelaporan. Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 Bab I Pasal 1 Mengenai Ketentuan Umum Pasal 1, Organ Perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan Direksi. Di lingkungan Perseroan, struktur dimaksud adalah:

  1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  2. Dewan Komisaris
  3. Direksi
  4. Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris
  5. Sekretaris Perusahaan

Keterbukaan Informasi

Prinsip transparansi merupakan salah satu pedoman bagi Perseroan dalam menyediakan akses yang sama kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi mengenai Perseroan.

Akuntabilitas

Penerapan prinsip akuntabilitas di organisasi Perseroan merupakan hal yang mutlak dan berada di bawah pengawasan Komite Audit. Tujuan penerapan prinsip tersebut adalah untuk memastikan bahwa profesionalisme merupakan dasar dari seluruh pelaksanaan kegiatan operasional. Selain itu, hal ini bertujuan untuk menunjukan bahwa Perseroan mematuhi peraturan yang berlaku dalam menjalankan bisnisnya. Dengan begitu, Perseroan mendapatkan kepercayaan penuh baik dari publik, pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.

Pertanggungjawaban

Salah satu pelaksanaan prinsip pertanggungjawaban dalam tubuh Perseroan adalah pengambilan keputusan yang didasari oleh sikap adil dan bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan dari tiap kebijakan dan tindakan yang diambil. Hal ini sesuai dengan filosofi Perseroan yang menegaskan bahwa setiap tindakan harus didasari standar tertinggi untuk membangun dan memelihara kepercayaan para pemangku kepentingan serta selalu bertindak sesuai prinsip kehati-hatian guna melindungi aset serta kepentingan Perseroan dan para pemangku kepentingan.

Independensi

Penerapan prinsip independensi ini penting dalam organisasi Perseroan, terutama dalam setiap pengambilan keputusan. Prinsip independensi yang dimaksud terutama dalam hal memastikan tidak adanya intervensi dan benturan kepentingan dari pihak manapun terhadap keputusan ataupun kebijakan yang diambil Perseroan terkait kegiatan operasional dan aksi korporasi tertentu. Perseroan menunjuk Komisaris Independen untuk mengawasi pelaksanaan prinsip ini di lingkungan perusahaan.

Kesetaraan dan Kewajaran

Perseroan menegakkan prinsip kesetaraan dan kewajaran di lingkungan perusahaan untuk memastikan bahwa setiap karyawan, pemasok maupun pemangku kepentingan lainnya mendapat perlakuan yang sama sesuai hak dan kewajibannya. Penerapan GCG diharapkan dapat menjadi landasan usaha yang kuat untuk mewujudkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Untuk itu, sosialisasi mengenai pelaksanaan prinsip GCG senantiasa dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh SDM Perseroan mulai dari jajaran Dewan Komisaris, Direksi hingga staf, agar setiap individu mengetahui tugas, fungsi dan tanggung jawabnya sebagaimana dituangkan dalam Anggaran Dasar Perseroan.