ARCHIVE
RECENTS

08 Apr 2015, 11:11 WIB

2015, MNC Incar Rp 6,51 Triliun dari Pendapatan Iklan

Jakarta - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) mengincar pendapatan iklan Rp 6,51 triliun atau tumbuh 10 persen pada 2015.

Sebelumnya, total pendapatan konsolidasi perseroan menurun sebesar 9 persen pada kuartal IV 2014 menjadi Rp 1,62 triliun dari Rp 1,77 triliun pada kuartal IV 2013. Pendapatan iklan memberikan kontribusi terbesar dengan kontribusi sebesar 77 persen dari total pendapatan konsolidasi. Pendapatan iklan menurun sebesar 7 persen menjadi Rp 1,24 triliun di kuartal IV 2014 dari Rp 1,34 triliun.

Jika dikalkulasi, sepanjang 2014 total pendapatan konsolidasi MNC meningkat 2 persen menjadi Rp 6,66 triliun dari Rp 6,52 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor terbesar dari pendapatan berasal dari iklan dengan kontribusi sebesar 89 persen dari total pendapatan. Pendapatan iklan meningkat 4 persen menjadi Rp 5,92 triliun dari Rp 5,71 triliun.

“Pendapatan iklan menurun sebesar 7 persen pada kuartal IV, seiring dengan pengiklan yang mengurangi belanja iklan karena ketidakpastian pemilu dan perdebatan tentang kenaikan harga BBM,” jelas Hary Tanoe pada Rabu, (8/4).

Menurutnya, walaupun ditengah situasi yang sulit, perseroan tetap berhasil untuk mengurangi biaya dan membukukan marjin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar 46 persen pada kuartal IV.

Penggerak pertumbuhan perseroan juga berasal dari saluran-saluran TV berbayar, seperti MNC Channels. MNC Sports, MNC News dan MNC Business. Sementara itu, jumlah pelanggan PT MNC Sky Vision Tbk, yang dikenal dengan produk Indovision, juga terus berkembang secara pesat. Manajemen menilai, tingkat penetrasi pasar tergolong masih rendah, sehingga potensi Perseroan untuk terus berkembang masih sangat besar.

Potensi pemirsa MNC Channels yang juga akan terus meningkat. Saat ini, biaya pemasangan iklan pada saluran MNC sekitar US$ 60 per 30 detik dan kurang dari 5 persen persediaan spot iklan yang dijual.

Namun, dengan tumbuhnya basis pelanggan MNC Sky, Perseroan mengharapkan adanya peningkatan yang signifikan pada biaya iklan dan volume penjualan. Manajemen melansir, bisnis yang diterapkan oleh MNC Channels ini memiliki potensi yang besar, seperti yang terjadi pada industri TV berbayar di Amerika Serikat 30 tahun lalu.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Toyib Abdullah / Gaby Oksavira