ARCHIVE
RECENTS

27 Oct 2015, 10:36 WIB

MNC Land Tandatangani Kerja Sama Pengembangan TNGGP

JAKARTA - Dirjen Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Besar Taman Nasional Gede Pangrango bersama PT MNC Land Tbk (KPIG) melalui unit usahanya PT Lido Nirwana Parahyangan, hari ini menandatangani nota kesepakatan pengelolaan untuk pengembangan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Kerja sama ini merupakan penguatan fungsi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, melalui pengembangan wisata alam di wilayah Bodogol dan sekitarnya untuk mendukung kepentingan pembangunan pariwisata nasional.

Wakil Direktur Utama MNC Land Budi Rustanto menyatakan, dalam kesepakatan ini ada pula perencanaan pengembangan wisata alam terintegrasi peningkatan kualitas produk, sarana prasarana wisata alam, serta peningkatan promosi dan pemasaran wisata alam di TNGGP dan wilayah sekitarnya.

"Pengembangan TNGGP menjadi terlaksana, karena PT MNC Land Tbk akan memberikan kemudahan akses khususnya wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya untuk mengunjungi TNGGP, saat tahap pertama pembangunan jalan tol dari Ciawi menuju Sukabumi, ruas Ciawi menuju Cigombong/Lido, Selesai," kata Budi di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Menurutnya, lokasi TNGGP berdampingan dengan proyek Lido Integrated Resort and Theme Park milik unit perusahaan PT MNC Land Tbk di kawasan Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango, yang terinspirasi oleh visi CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT).

"Di kawasan ini, akan dibangun tujuan wisata terintegrasi yang penuh inovasi, yang memungkinkan TNGGP menjadi pilihan untuk tujuan wisata keluarga, sarana edukasi serta observasi flora dan fauna yang menjadi ciri khas di wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," kata Budi.

Kawasan Lido akan menjadi suatu "Integrated Lifestyle and Destination", karena PT‎ MNC Land Tbk akan membangun sesuatu yang sangat istimewa di Jawa Barat.

"Pada akhirnya, pengembangan TNGGP diharapkan dapat meningkatkan pariwisata dan pendapatan daerah, khususnya pengembangan objek wisata alam sebagai objek kunjungan di wilayah kabupaten Bogor dan Sukabumi," pungkasnya.

Toyib Abdullah/Gaby Oksavira

Sumber : www.sindonews.com